"Kami mohon! tolong antarkan kami ke Negeri Wa!" ujar seorang samurai tinggi dan anaknya sambil menundukkan kepalanya.
"Yap! Baiklah! Ayo antarkan Kin-emon dan Momonosuke ke Negeri Waaa!" ujar seseorang bertopi jerami sambil mengepalkan tangannya ke langit.
"Tunggu, Luffy! Kita tak punya kewajiban untuk melakukan ini!" ujar Usopp sambil menggebrak meja eksperimennya.
"Luffy! Kau tau tidak, Negeri Wa itu negeri para samurai yang tertutup terhadap orang asing!" ujar Nami sambil mengusap matanya yang basah karena ulah kaptennya.
"Tidak masalah 'kan?" ujar Luffy dengan wajah polosnya. "Zoro! kau mau ke Negeri Wa tidak?" bujuk Luffy pada seorang pria berambut hijau dengan 3 pedang tersampir di pinggangnya.
"Negeri Wa? bolehlah" ujar Zoro.
"Zorooo! jangan menyemangati Luffy, dong!" ujar Chopper panik.
"Baiklah, tuan-tuan sekalian, jika tuan-tuan ingin mengantar kami, anda boleh melakukannya" ujar Kin-emon.
=Dan Kin-emon dibuang ke lautan Dunia Baru oleh Kelompok Topi Jerami=
"Maaf tapi bisakah tuan sekalian antarkan kami ke Negeri Wa-bu?
=Dan Kin-emon dimakan oleh monster laut Dunia Baru=
"Ayo kawan-kawan! ayo kita ke Negeri Wa! Zoro, kau setuju 'kan?" bujuk Luffy.
"Ya" jawab Zoro. Sementara Usopp, Nami, Chopper menangis ria di tiang utama.
"Kenapa kita harus punya kapten bodoh seperti Luffy?" tanya Nami menangis bombai.
"Tenang saja, Nami-swaaan! Sanji si Lelaki akan siap melindungimu dari segala halangan dan rintangan!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar